HAPUS GENGSI, RAIH PRESTASI !!!
By Magdalena Lase on May 17, 2009
PENULIS : Wahid Zaenal Arifin, A.Md.
Suatu hari di sela-sela menyelesaikan stand Assosiasi Business Development Services (BDS) untuk pameran pembangunan pada JATENG EXPO 2005, penulis berbincang-bincang dengan salah satu pegawai Dinas Pelayanan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disyankop dan UKM) Propinsi Jawa Tengah. Hasil bincang-bincang kami yang paling menarik dan memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi penulis adalah mengenai adanya sifat gengsi di kalangan generasi muda yang menjadi salah satu penghambat generasi muda meraih prestasi. Dengan alasan gengsi, mayoritas generasi muda enggan memulai karier dari bawah dengan menjalani pekerjaan yang kasar. Mereka tidak menyadari bahwa pekerjaan kasar merupakan tempat yang paling ideal dalam menggembleng mental mereka.
Sifat generasi muda yang gengsi memulai karier dari bawah dengan menjalani pekerjaan kasar justru menghambat mereka meraih prestasi. Hal ini menyebabkan mereka menunda mengenal dunia kerja. Dengan menunda kesempatan mengenal dunia kerja berarti proses pembelajaran mendalami dunia kerja menjadi terlambat. Situasi dan kondisi riil dunia kerja tidak mereka dapatkan dengan segera, sehingga kemampuan menguasai situasi dan kondisi dunia kerja juga terlambat. Mereka tidak menyadari bahwa dalam dunia kerja tidak selamanya 1 + 1 = 2 seperti dalam ilmu matematika. Mereka belum pernah berpikir bahwa dalam dunia kerja kadang yang berlaku adalah 1 + 1 = 4 – 2 atau mungkin 1 + 1 = 3 - 1. Keterlambatan kemampuan menguasai situasi dan kondisi riil dunia kerja inilah yang kadang menjadi penyebab mereka kurang mampu menghadapi permasalahan kerja.
Penulis sering melihat/mendengar seorang pemuda keluar kerja dengan alasan tidak cocok padahal mereka baru bekerja satu atau dua bulan. Ketika mereka mereka melakukan kesalahan dan atasan mereka menegur, ego mereka meninggi. Teguran ini tidak mereka tanggapi dengan mengoreksi diri, tapi justru menanggapinya dengan keluar kerja. Ketidakmampuan memanage konflik dunia kerja menjadi penyebab perkembangan karier mereka lambat. Hal ini dikarenakan jika mereka pindah kerja berarti mereka harus memulai karier dari nol lagi.
Peristiwa pindah kerja yang terjadi berulang-ulang tentu tidak akan terjadi jika mereka dapat mengenal dunia kerja lebih awal. Andaikan mereka memanfaatkan waktu luang di sela-sela kegiatan sekolah dengan kegiatan-kegiatan yang kreatif seperti membantu orang tua di sawah atau ladang, berdagang buku/majalah dan membantu saudara di bengkel, tentu mereka akan lebih matang ketika memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Sifat gengsilah yang menjauhkan mereka dari kegiatan-kegiatan kreatif tersebut di atas. Mereka lebih suka jalan-jalan dan nongkrong di pinggir jalan yang justru membuang uang dan waktu mereka dengan sia-sia. Pemanfaatan waktu luang dengan kegiatan jalan-jalan dan nongkrong justru akan menimbulkan beberapa sifat negatif seperti konsumerisme dan malas.
Pemanfaatan waktu luang untuk kegiatan yang kurang kreatif menyebabkan kualitas generasi muda menurun. Sifat konsumerisme mendorong generasi muda menggunakan uang yang dimiliki untuk membeli barang-barang yang tidak bermanfaat. Penulis sering melihat seorang pemuda yang masih mengenakan pakaian sekolah menghisap rokok. Mereka merasa gengsi jika sebagai seorang laki-laki tidak menghisap rokok. Bahkan kita juga sering mendengar sekelompok siswa digerebek polisi karena melakukan pesta narkoba. Karena sifat gengsi yang berlebihan banyak generasi muda terperangkap dalam jebakan orang tidak bertanggung jawab hingga masa depan mereka menjadi suram.
Untuk dapat menjadi generasi muda yang sukses mereka harus menghilangkan sifat gengsi yang menyebabkan mereka menjadi pribadi yang manja. Budaya memandang sebelah mata pekerjaan-pekerjaan kasar harus segera di hilangkan. Banyak contoh orang sukses yang awalnya bekerja pada pekerjaan kasar. Pemain sinetron Basuki sebelum terkenal merupakan seorang kuli bangunan. Oleh karena itu bekerja tidak harus di kantoran maupun perusahaan, yang terpenting justru kita dapat menunjukkan qualifikasi yang kita miliki dan berkarya dengan sebaik-baiknya. Menurut penulis orang yang paling sukses adalah orang yang kariernya seperti anak tangga. Kariernya dimulai dari bawah dan seiring dengan berjalannya waktu kariernya naik secara perlahan tapi pasti.
Mengingat persaingan dunia kerja yang semakin ketat kita tidak boleh gengsi untuk memulai karier dengan pekerjaan yang kurang menyenangkan. Jangan sekali-kali mensia-siakan peluang kerja walaupun itu merupakan pekerjaan kasar. Orang lain akan lebih menghargai kita walaupun kita kerja kasar daripada kita hanya seorang pengangguran. Dengan bekerja sebaik mungkin dan berusaha untuk selalu menjadi lebih baik, penulis yakin setiap orang akan mampu meraih cita-citanya. Seperti pepatah mengatakan jer basuki mawa beya, kita juga harus mau berkorban untuk dapat memperoleh kemuliaan. Jika kita hanya melamun dan bermimpi saja, tidak mungkin kemuliaan yang kita cita-citakan akan tercapai.
Mulai sekarang mari hapus segala rasa gengsi dan kita gunakan waktu luang yang kita miliki untuk kegiatan-kegiatan yang positif. Dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, secara otomatis akan terbentuk pribadi yang kuat. Dengan adanya mental yang kuat kita akan lebih siap dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tantangan dunia kerja semakin besar. Hanya orang-orang yang kuat yang akan berhasil menghadapi tantangan dunia kerja. Tentu kita berharap kita masuk dalam golongan orang yang kuat, golongan orang yang dapat menghadapi tantangan dunia kerja dan mampu menjadi pemenang. Oleh karena itu mari kita berjuang dengan sungguh-sungguh untuk menjadi generasi muda yang kuat .
Posted in Untuk Kita
Pengaruh Pendidikan Terhadap Pembangunan
Pembangunan mutlak dibutuhkan, pembangunan mesti dilakukan dan pembangunan harus digalakkan. ini adalah problematika pembangunan yang selayaknya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, khususnya daerah pemekaran baru seperti kabupaten Melawi. Tanpa pembangunan mustahil kemajuan bisa diraih dan tanpa pembangunan mustahil pula kemakmuran rakyat dapat terpenuhi. Bicara soal pembangunan mau tidak mau kita harus berbicara pula mengenai pendidikan. Mustahil bisa membangun jika minim Sumber Daya Manusia dan sangat mustahil meningkatkan Sumber Daya Manusia tanpa Pendidikan.
Kita semua tahu, bahwa pendidikan memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan suatu daerah. Bagaimana kita melihat kemajuan pembangunan yang dialami oleh negara-negara maju, misalnya Jepang, dan kita juga tahu bagaimana pandangan mereka terhadap pendidikan. Sejarah membuktikan ketika Jepang mengalami kehancuran dasyat akibat tragedi Hiroshima dan Nagasaki, apa yang mereka bicarakan pertama kali? Bukan berapa jumlah masyarakat atau tentara yang mati, tetapi berapa jumlah guru yang masih hidup?
Bisakah kita mengambil pelajaran berharga dari pengalaman Jepang tersebut? Lalu bagaimana nasib pendidikan di daerah kita (saya bicara dalam konteks Melawi karena saya adalah masyarakat Melawi yang mengalami sedikit masalah dengan pendidikan di Melawi) Saya tidak tahu bagaimana pendidikan di Melawi sekarang, Makanya saya bertanya.
Kembali ke masalah awal, Pembangunan yang mutlak memerlukan pendidikan. saya berasumsi bisa benar bisa juga salah, bahwa pendidikan yang layak mutlak diperlukan untuk pembangunan di daerah Melawi. Saya tidak mengatakan pendidikan di Melawi belum layak, tapi saya mengatakan fakta yang saya lihat dan saya alami sendiri.
Ini sebuah gambaran pendidikan didaerah saya, tapi sepertinya semua daerah-daerah pedesaan di Melawi mengalami hal yang sama. Saya pernah menjadi guru honorer di SMP Negeri 2 Ella Hulu, saya merasakan bagaimana pendidikan yang diperoleh oleh siswa-siswa di sekolah tersebut. Guru negeri hanya tiga orang termasuk Kepala Sekolah, dan beberapa orang honorer yang cuma tamatan SMA. Bahkan sekarang saya mendapat kabar bahwa dua orang guru termasuk kepala sekolah sudah pindah kedaerah lain. Entah apa alasannya saya tidak tahu. Bisa kita bayangkan bagaimana nasib pendidikan di daerah-daerah tersebut.
Saya jadi bertanya, apakah pendidikan selama ini hanya dikhususkan untuk masyarakat perkotaan saja? Mereka memiliki Fasilitas yang begitu lengkap, sementara kami di daerah serba keterbatasan.
Pada kesimpulannya saya menekankan jika Kebupaten Melawi ingin menjadi daerah yang maju maka mau-tidak mau pendidikan harus menjadi prioritas utama dengan catatan pendidikan yang adil dan merata sesuai amanat yang terkendung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang berbuyi “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” serta Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Saya mengacungkan Jempol buat pemerintah Melawi yang akhir-akhir ini banyak mengirimkan pelajar untuk disekolah di daerah-daerah yang lebih maju pendidikannya, misalnya seperti yang saya dan alami sekarang bersama teman-teman lain. Kami dikirim dengan status Ikatan Dinas untuk Kuliah di Yogyakarta mengambil jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), ada juga teman-teman yang disekolahkan di Jakarta.
Semoga kelak kami mampu memberikan konstribusi terhadap pembangunan Melawi terutama dibidang pendidikan, tapi dengan catatan setelah kami selesai kami diperhatikan bukan ditelantarkan. Bravo Pendidikan Melawi, Jaya Pendidikan Indonesia.
window.google_render_ad();
Ads by Google
Kursus Bahasa InggrisONLINE, Rp 50.000 sampai selesai Dua bulan dijamin bisawww.carakita.com
60 Juta Siapa Sangka ?Kerja Pintar Tanpa Keringat Lihatlah Sekarang Juga !www.UangGila.com
Toyota Avanza DijualLihat daftar harga, lengkap dengan foto, tahun baru dan lama. Murah.mobil.kapanlagi.com
Coal LaboratoryCoal, Petroleum Coke testing Global Testing and Inspectionwww.intertek-cb.com
Tulisan ini dikirim pada pada Kamis, Mei 28th, 2009 1:46 pm dan di isikan dibawah Pernak-Pernik Melawi. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed. Anda dapat merespon, or trackback dari website anda.
Tinggalkan Balasan
Klik di sini untuk membatalkan balasan.
Nama (wajib)
Surat (tidak akan dipublikasikan) (wajib)
Situs webXHTML: Anda dapat menggunakan kaitan (tags):
Memancing Kreativitas
Mei 15, 2008, 7:08 am Diarsipkan di bawah: ARTIKEL DUNIA KERJA
Berapa kali Anda merasa otak tiba-tiba kosong dan tidak tahu harus melakukan apa, yangsialnya selalu terjadi saat Anda dikejar deadline laporan yang harus diberikan pada atasan?Bukan hanya itu, Anda tidak bisa menulis apa-apa karena tidak ada bayangan apa yang harusditulis, sehingga hanya mampu menatap kertas kosong dengan perasaan tak berdaya. Ups,jangan panik dulu. Ini kukan pertanda Anda mulai pikun (dan percaya deh, Anda tidakmengidap penyakit Alzheimer yang menyerang secara mendadak). Bisa jadi, hal ini disebabkankarena Anda harus mulai menyesuaikan diri dengan keadaan baru tersebut.Jadi bagi Anda yang mungkin saat ini sedang pusing karena terlalu sibuk, istirahat dulu sebentardan simak artikel berikut. Siapa tahu akan membantu.1. Lakukan pada waktu yang tepatKebanyakan orang yang telah berumur berpikir lebih jernih pada pagi hari; sedangkanmereka yang lebih muda, pada siang hari. Temukan kapan waktu Anda yang tepat, danselesaikan masalah-masalah yang memerlukan pemikiran di waktu-waktu tersebut.2. Pendidikan tinggi — namun jangan terlalu berlebihanPendidikan sekolah memiliki pengaruh besar dalam memupuk kreativitas seseorangterutama pada masa-masa akhir kuliah, namun penaruh tersebut mulai menurunsetelah lulus. Pendidikan memang sangat penting, namun hal itu tidak menjaminkesuksesan Anda di bidang tersebut (alias banyak hal-hal lain yang harus diperhatikan).3. Mengikuti nasehat Konfusiussalah satu petunjuk mengingat yang selalu digunakan oleh para ahli yang melakukanpenelitian tentang ingatan : Supaya tidak lupa bila ada hal penting, tulis di secarikkertas. Sebagaimana kata pepatah Cina, tulisan yang tintanya tidak jelas bertahan lebihlama daripada ingatan paling kuat sekalipun.4. Tampil bersemangat dengan dopingPenelitian menunjukkan kadar kafein dalam secangkir kopi dapat membantu kitaberkonsentrasi terhadap sesuatu hal dengan lebih baik. Namun bagi Anda yang rentanatau mudah terkena depresi, sebaiknya jauhkan diri dari sentuhan kopi karena akanberakibat buruk bagi sel-sel otak.5. Hubungkan hal baru dengan yang lamaDengan menghubungkan informasi atau hal-hal baru dengan apa yang telah Andaketahui, percaya deh, akan lebih mudah untuk mengingatnya kembali.6. Berlatih terusBelajar dan melatih kemampuan yang baru didapat dengan berulang-ulang akanmengubah organisasi internal otak, yang pada akhirnya akan sangat membantu dalammelakukan proses mengingat. Jadi kuncinya adalah berlatih, berlatih, dan berlatih.7. Beri kesempatan pada ide- ide baruKebanyakan dari kita memperoleh kelebihan kemampuan yang dengan cepatmenyaring fakta yang ada dan dengan cepat pula memutuskan “ya-atau-tidak”.Kreativitas memerlukan lebih banyak waktu senggang atau pendekatan yang lebihsantai — yaitu dengan memberikan ruang bagi ide- ide gila Anda.8. Pilih profesi yang menghadirkan tantangan bagi otak dan pasangan yangcerdasOrang-orang yang berkarir di bidang yang memerlukan tingkat konsentrasi ataupenggunaan intelegensi tinggi besar kemungkinannya untuk dapat mempertahankankognisinya di level tertinggi. Selain itu, menikahi seseorang yang pintar juga dapatmembantu Anda untuk terus mendapat stimulasi tingkat tinggi.9. Jangan ragu untuk mengetahui hal- hal baruKreativitas kerap diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengadaptasikan satucara penyelesaian masalah ke masalah lain yang berbeda. Banyak sekali contohkreativitas manusia yang bermula dari hal-hal kecil (namun menjadi besar), misalnyaide membuat pin untuk membuka kaleng minuman ringan yang berasal dari caraseseorang membuka kulit pisang.10. Belajar dari pengalaman Da VinciSeperti halnya Da Vinci yang terkenal dengan ide-ide revolusionernya (danmembuatnya dijuluki sebagai pelopor jaman rennaisance), tidak ada salahnyamelakukan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, yang tujuannya adalahuntuk merangsang stimulasi otak. Beberapa diantaranya misalnya melakukan jugglingbola atau menulis dengan tangan kiri (atau kanan bagi Anda yang kidal).11. PerhatianPernah mengalami lupa nama seseorang beberapa saat setelah Anda bertemu atauberkenalan dengannya? Masalahnya bukan pada ingatan Anda, namun lebih ke arahkonsentrasi yang tercurah saat itu. Dengan bertambahnya umur, kita harus lebih seringmengulang-ulang informasi yang baru didapat supaya masuk ke pusat penyimpanandata yang terletak di dalam otak kita.12. Mendengarkan musik klasikSeorang psiolog eksperimental menemukan sebuah bukti yang mendukung adanya“Efek Mozart” — otak yang terekspos (dalam hal ini mendengarkan) musik klasik(contohnya Mozart) akan dirangsang saedemikian rupa sehingga informasi yang kitaperoleh dapat masuk lebih cepat ke dalam otak.13. Menjaga kebugaran badanBanyak yang percaya bahwa dengan berolah raga, maka kemampuanberpikir/mengingat juga akan semakin menguat. Hal ini disebabkan oleh meningkatnyakadar oksigen dan nutrisi yang dialirkan ke dalam otak, sehingga merangsang sel-selotak untuk tumbuh lebih pesat. Meski penelitian belum membuktikan pandangan iniakurat, rasanya tidak ada salahnya kalau dicoba.14. Mencoba sesuatu yang baruDalam sebuah studi yang membandingkan orang-orang yang mudah mengalamiburnout dengan mereka yang dapat mempertahankan kreativitasnya, diketahui bahwakelompok yang terakhir dapat mempertahankan penampilannya karena terus berusahamenambah pengetahuannya. Jadi, siapa bilang membaca itu tidak penting?15. Hindari hal-hal yang bisa membuat Anda tidak fokusSaat berada dalam situasi chaos atau berisik di mana banyak hal-hal di sekitar yangmampu mengganggu konsentrasi. Seandainya harus mengerjakan sesuatu yangpenting, akan lebih baik bila Anda mampu menjauh dari lingkungan tersebut, misalnyadengan menyendiri di tempat sepi supaya lebih berkonsentrasi.Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah untuk tetap mengobarkan semangat (rasa cinta)Anda terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan! Dalam sebuah penelitian yang dilakukanseorang psikolog Belanda terhadap master dan grandmaster catur menunjukkan bahwa tidakada perbedaan tingkat kecerdasan diantara mereka. Satu-satunya yang membedakan adalah :para grandmaster menyukai dan menghayati permainan catur. Ini menunjukkan bahwasemangat seseorang adalah pemicu yang paling baik bagi kreativitas. Coba saja kalau tidakpercaya!*****
0 Komentar
Mengundurkan Diri dengan Elegan
Mei 15, 2008, 6:51 am Diarsipkan di bawah: ARTIKEL DUNIA KERJA
Hari yang telah Anda tunggu-tunggu itu akhirnya tiba juga. Akhirnya Anda dapat keluar daripekerjaan yang selama ini sangat Anda benci. Dalam atmosfir yang dipenuhi kebencianterhadap atasan, pekerjaan Anda atau malah kedua-duanya, pasti ada keinginan dalam diriAnda untuk mewujudkan fantasi yang selama ini telah direncanakan : memberitahu atasanAnda bagaimana tidak becusnya ia dalam mengatur bawahan, membocorkan pada rekan-rekankerja tentang siapa-siapa saja yang pernah membicarakan mereka dan apa saja yang pernahdibicarakan, atau mengambil persediaan kertas folio di gudang untuk dibawa pulang. Andamungkin berpikir : toh saya juga akan segera keluar dari tempat itu, jadi nggak ada salahnyakan memanfaatkan kesempatan itu?Salah besar. Cara Anda mengundurkan diri secara tidak langsung akan mempengaruhi karirAnda di masa depan. Tahan amarah Anda dan jangan berusaha membalas, tapi keluarlah daripekerjaan tersebut dengan keprofesionalan yang masih terjaga. Berikut adalah hal-hal yangharus dipertimbangkan.1. Berpikir jangka panjangJangan sampai Anda mengeluarkan komentar-komentar yang menjelek-jelekkan atasanatau rekan kerja di tempat lama. Meski dorongan tersebut sangat kuat (dan sangatmenyenangkan bila bisa melakukannya), perlu diingat bahwa apa yang telah diucapkantidak dapat ditarik kembali. Kata-kata tersebut (seandainya terdengar oleh orang lain)akan selalu teringat dan mungkin suatu saat akan sampai ke orang yang Anda jelekjelekkan.Selain Anda masih membutuhkan tempat kerja lama sebagai referensi, masihada kemungkinan Anda akan bertemu dengan rekan kerja baru yang memilikihubungan dengan kantor lama — baik sebagai klien, supervisor, atau (yang lebih parahlagi) teman dekat dari salah seorang rekan kerja Anda di tempat lama.2. Berpikir rasionalBerhenti kerja dapat menjadi pengalaman bernuansa penuh emosi baik bagi Andamaupun atasan (yang mungkin selama ini memperlakukan Anda dengan semenamena).Atasan mungkin akan merasa kaget, marah atau melakukan pembelaan diri(dan menganggap kesalahan sepenuhnya ada di tangan Anda). Meski keteganganmungkin terjadi, tahan emosi dan tetaplah berlaku sebagai seorang profesional. Denganberhenti, Anda sebenarnya telah berhasil membalas perlakuannya. Bayangkan, berapalama yang akan dibutuhkan untuk mencari sampai melatih orang baru hingga dapatbenar-benar mengisi posisi Anda?3. Berpikir ke depanBuat surat dengan singkat, to the point dan mencantumkan tanggal kapan Anda akanefektif berhenti bekerja. Jangan mengirim melalui email, tapi langsung datangistaf/orang yang berkepentingan dan serahkan surat tersebut. Berhati-hatilah sebabmungkin saja begitu menyerahkan surat pengunduran diri, Anda akan langsung disuruhmembereskan meja Anda dan digelandang keluar kantor. Oleh karena itu sangatlahpenting mengemasi barang-barang Anda beberapa hari sebelum (misalnya seminggu)sebelum berhenti. Kumpulkan barang-barang yang mungkin dapat berguna suatu harimisalnya alamat email, kartu-kartu nama dari klien, rekan kerja atau supervisor, atauinformasi yang Anda butuhkan mengenai proyek yang sedang Anda kerjakan. Sebabbegitu Anda menginggalkan kantor untuk terakhir kalinya, barang-barang tersebuttidak bisa diambil lagi.4. Berpikir positifSeandainya dulu pekerjaan lama Anda diwarnai masa-masa sulit (dan menyebalkan),mungkin akan sedikit sulit untuk tidak berkomentar/bercerita mengenai masa-masatersebut. Namun membawa beban (dan kekesalan) lama ke pekerjaan baru hanya akanmerusak reputasi Anda. Atasan atau rekan baru Anda pastinya tidak inginmendengarkan keluhan mengenai pekerjaan lama Anda. Lupakan deh mimpi burukAnda yang dulu, lagipula toh sekarang sudah ada pekerjaan baru. Hadapi masa-masatransisi tersebut dengan seprofesional mungkin dan songsonglah kesempatan emas dipekerjaan baru yang ada di depan Anda