Memancing Kreativitas
Mei 15, 2008, 7:08 am Diarsipkan di bawah: ARTIKEL DUNIA KERJA
Berapa kali Anda merasa otak tiba-tiba kosong dan tidak tahu harus melakukan apa, yangsialnya selalu terjadi saat Anda dikejar deadline laporan yang harus diberikan pada atasan?Bukan hanya itu, Anda tidak bisa menulis apa-apa karena tidak ada bayangan apa yang harusditulis, sehingga hanya mampu menatap kertas kosong dengan perasaan tak berdaya. Ups,jangan panik dulu. Ini kukan pertanda Anda mulai pikun (dan percaya deh, Anda tidakmengidap penyakit Alzheimer yang menyerang secara mendadak). Bisa jadi, hal ini disebabkankarena Anda harus mulai menyesuaikan diri dengan keadaan baru tersebut.Jadi bagi Anda yang mungkin saat ini sedang pusing karena terlalu sibuk, istirahat dulu sebentardan simak artikel berikut. Siapa tahu akan membantu.1. Lakukan pada waktu yang tepatKebanyakan orang yang telah berumur berpikir lebih jernih pada pagi hari; sedangkanmereka yang lebih muda, pada siang hari. Temukan kapan waktu Anda yang tepat, danselesaikan masalah-masalah yang memerlukan pemikiran di waktu-waktu tersebut.2. Pendidikan tinggi — namun jangan terlalu berlebihanPendidikan sekolah memiliki pengaruh besar dalam memupuk kreativitas seseorangterutama pada masa-masa akhir kuliah, namun penaruh tersebut mulai menurunsetelah lulus. Pendidikan memang sangat penting, namun hal itu tidak menjaminkesuksesan Anda di bidang tersebut (alias banyak hal-hal lain yang harus diperhatikan).3. Mengikuti nasehat Konfusiussalah satu petunjuk mengingat yang selalu digunakan oleh para ahli yang melakukanpenelitian tentang ingatan : Supaya tidak lupa bila ada hal penting, tulis di secarikkertas. Sebagaimana kata pepatah Cina, tulisan yang tintanya tidak jelas bertahan lebihlama daripada ingatan paling kuat sekalipun.4. Tampil bersemangat dengan dopingPenelitian menunjukkan kadar kafein dalam secangkir kopi dapat membantu kitaberkonsentrasi terhadap sesuatu hal dengan lebih baik. Namun bagi Anda yang rentanatau mudah terkena depresi, sebaiknya jauhkan diri dari sentuhan kopi karena akanberakibat buruk bagi sel-sel otak.5. Hubungkan hal baru dengan yang lamaDengan menghubungkan informasi atau hal-hal baru dengan apa yang telah Andaketahui, percaya deh, akan lebih mudah untuk mengingatnya kembali.6. Berlatih terusBelajar dan melatih kemampuan yang baru didapat dengan berulang-ulang akanmengubah organisasi internal otak, yang pada akhirnya akan sangat membantu dalammelakukan proses mengingat. Jadi kuncinya adalah berlatih, berlatih, dan berlatih.7. Beri kesempatan pada ide- ide baruKebanyakan dari kita memperoleh kelebihan kemampuan yang dengan cepatmenyaring fakta yang ada dan dengan cepat pula memutuskan “ya-atau-tidak”.Kreativitas memerlukan lebih banyak waktu senggang atau pendekatan yang lebihsantai — yaitu dengan memberikan ruang bagi ide- ide gila Anda.8. Pilih profesi yang menghadirkan tantangan bagi otak dan pasangan yangcerdasOrang-orang yang berkarir di bidang yang memerlukan tingkat konsentrasi ataupenggunaan intelegensi tinggi besar kemungkinannya untuk dapat mempertahankankognisinya di level tertinggi. Selain itu, menikahi seseorang yang pintar juga dapatmembantu Anda untuk terus mendapat stimulasi tingkat tinggi.9. Jangan ragu untuk mengetahui hal- hal baruKreativitas kerap diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengadaptasikan satucara penyelesaian masalah ke masalah lain yang berbeda. Banyak sekali contohkreativitas manusia yang bermula dari hal-hal kecil (namun menjadi besar), misalnyaide membuat pin untuk membuka kaleng minuman ringan yang berasal dari caraseseorang membuka kulit pisang.10. Belajar dari pengalaman Da VinciSeperti halnya Da Vinci yang terkenal dengan ide-ide revolusionernya (danmembuatnya dijuluki sebagai pelopor jaman rennaisance), tidak ada salahnyamelakukan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, yang tujuannya adalahuntuk merangsang stimulasi otak. Beberapa diantaranya misalnya melakukan jugglingbola atau menulis dengan tangan kiri (atau kanan bagi Anda yang kidal).11. PerhatianPernah mengalami lupa nama seseorang beberapa saat setelah Anda bertemu atauberkenalan dengannya? Masalahnya bukan pada ingatan Anda, namun lebih ke arahkonsentrasi yang tercurah saat itu. Dengan bertambahnya umur, kita harus lebih seringmengulang-ulang informasi yang baru didapat supaya masuk ke pusat penyimpanandata yang terletak di dalam otak kita.12. Mendengarkan musik klasikSeorang psiolog eksperimental menemukan sebuah bukti yang mendukung adanya“Efek Mozart” — otak yang terekspos (dalam hal ini mendengarkan) musik klasik(contohnya Mozart) akan dirangsang saedemikian rupa sehingga informasi yang kitaperoleh dapat masuk lebih cepat ke dalam otak.13. Menjaga kebugaran badanBanyak yang percaya bahwa dengan berolah raga, maka kemampuanberpikir/mengingat juga akan semakin menguat. Hal ini disebabkan oleh meningkatnyakadar oksigen dan nutrisi yang dialirkan ke dalam otak, sehingga merangsang sel-selotak untuk tumbuh lebih pesat. Meski penelitian belum membuktikan pandangan iniakurat, rasanya tidak ada salahnya kalau dicoba.14. Mencoba sesuatu yang baruDalam sebuah studi yang membandingkan orang-orang yang mudah mengalamiburnout dengan mereka yang dapat mempertahankan kreativitasnya, diketahui bahwakelompok yang terakhir dapat mempertahankan penampilannya karena terus berusahamenambah pengetahuannya. Jadi, siapa bilang membaca itu tidak penting?15. Hindari hal-hal yang bisa membuat Anda tidak fokusSaat berada dalam situasi chaos atau berisik di mana banyak hal-hal di sekitar yangmampu mengganggu konsentrasi. Seandainya harus mengerjakan sesuatu yangpenting, akan lebih baik bila Anda mampu menjauh dari lingkungan tersebut, misalnyadengan menyendiri di tempat sepi supaya lebih berkonsentrasi.Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah untuk tetap mengobarkan semangat (rasa cinta)Anda terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan! Dalam sebuah penelitian yang dilakukanseorang psikolog Belanda terhadap master dan grandmaster catur menunjukkan bahwa tidakada perbedaan tingkat kecerdasan diantara mereka. Satu-satunya yang membedakan adalah :para grandmaster menyukai dan menghayati permainan catur. Ini menunjukkan bahwasemangat seseorang adalah pemicu yang paling baik bagi kreativitas. Coba saja kalau tidakpercaya!*****
0 Komentar
Mengundurkan Diri dengan Elegan
Mei 15, 2008, 6:51 am Diarsipkan di bawah: ARTIKEL DUNIA KERJA
Hari yang telah Anda tunggu-tunggu itu akhirnya tiba juga. Akhirnya Anda dapat keluar daripekerjaan yang selama ini sangat Anda benci. Dalam atmosfir yang dipenuhi kebencianterhadap atasan, pekerjaan Anda atau malah kedua-duanya, pasti ada keinginan dalam diriAnda untuk mewujudkan fantasi yang selama ini telah direncanakan : memberitahu atasanAnda bagaimana tidak becusnya ia dalam mengatur bawahan, membocorkan pada rekan-rekankerja tentang siapa-siapa saja yang pernah membicarakan mereka dan apa saja yang pernahdibicarakan, atau mengambil persediaan kertas folio di gudang untuk dibawa pulang. Andamungkin berpikir : toh saya juga akan segera keluar dari tempat itu, jadi nggak ada salahnyakan memanfaatkan kesempatan itu?Salah besar. Cara Anda mengundurkan diri secara tidak langsung akan mempengaruhi karirAnda di masa depan. Tahan amarah Anda dan jangan berusaha membalas, tapi keluarlah daripekerjaan tersebut dengan keprofesionalan yang masih terjaga. Berikut adalah hal-hal yangharus dipertimbangkan.1. Berpikir jangka panjangJangan sampai Anda mengeluarkan komentar-komentar yang menjelek-jelekkan atasanatau rekan kerja di tempat lama. Meski dorongan tersebut sangat kuat (dan sangatmenyenangkan bila bisa melakukannya), perlu diingat bahwa apa yang telah diucapkantidak dapat ditarik kembali. Kata-kata tersebut (seandainya terdengar oleh orang lain)akan selalu teringat dan mungkin suatu saat akan sampai ke orang yang Anda jelekjelekkan.Selain Anda masih membutuhkan tempat kerja lama sebagai referensi, masihada kemungkinan Anda akan bertemu dengan rekan kerja baru yang memilikihubungan dengan kantor lama — baik sebagai klien, supervisor, atau (yang lebih parahlagi) teman dekat dari salah seorang rekan kerja Anda di tempat lama.2. Berpikir rasionalBerhenti kerja dapat menjadi pengalaman bernuansa penuh emosi baik bagi Andamaupun atasan (yang mungkin selama ini memperlakukan Anda dengan semenamena).Atasan mungkin akan merasa kaget, marah atau melakukan pembelaan diri(dan menganggap kesalahan sepenuhnya ada di tangan Anda). Meski keteganganmungkin terjadi, tahan emosi dan tetaplah berlaku sebagai seorang profesional. Denganberhenti, Anda sebenarnya telah berhasil membalas perlakuannya. Bayangkan, berapalama yang akan dibutuhkan untuk mencari sampai melatih orang baru hingga dapatbenar-benar mengisi posisi Anda?3. Berpikir ke depanBuat surat dengan singkat, to the point dan mencantumkan tanggal kapan Anda akanefektif berhenti bekerja. Jangan mengirim melalui email, tapi langsung datangistaf/orang yang berkepentingan dan serahkan surat tersebut. Berhati-hatilah sebabmungkin saja begitu menyerahkan surat pengunduran diri, Anda akan langsung disuruhmembereskan meja Anda dan digelandang keluar kantor. Oleh karena itu sangatlahpenting mengemasi barang-barang Anda beberapa hari sebelum (misalnya seminggu)sebelum berhenti. Kumpulkan barang-barang yang mungkin dapat berguna suatu harimisalnya alamat email, kartu-kartu nama dari klien, rekan kerja atau supervisor, atauinformasi yang Anda butuhkan mengenai proyek yang sedang Anda kerjakan. Sebabbegitu Anda menginggalkan kantor untuk terakhir kalinya, barang-barang tersebuttidak bisa diambil lagi.4. Berpikir positifSeandainya dulu pekerjaan lama Anda diwarnai masa-masa sulit (dan menyebalkan),mungkin akan sedikit sulit untuk tidak berkomentar/bercerita mengenai masa-masatersebut. Namun membawa beban (dan kekesalan) lama ke pekerjaan baru hanya akanmerusak reputasi Anda. Atasan atau rekan baru Anda pastinya tidak inginmendengarkan keluhan mengenai pekerjaan lama Anda. Lupakan deh mimpi burukAnda yang dulu, lagipula toh sekarang sudah ada pekerjaan baru. Hadapi masa-masatransisi tersebut dengan seprofesional mungkin dan songsonglah kesempatan emas dipekerjaan baru yang ada di depan Anda

0 komentar:

Posting Komentar